Dosen ITSNU-STAI Salahuddin Pasuruan dan Sekretaris Pengurus Cabang (PC) Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama (LP Maarif NU) Kabupaten Pasuruan, Ustadz Muhammad Muhlis berhasil meraih gelar doktor Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan Predikat Summa Cum Laude, Kamis (07/07/2022).

Hal itu setelah mempertahankan disertasinya di hadapan penguji di Aula Gedung B Lantai IV Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Jalan Raya Ir. Soekarno No.34 Dadaprejo, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.

“Promosi ini bukanlah promosi kami, panggung ini bukanlah panggung kami. Keberhasilan, promosi dan panggung ini adalah panggung orang tua kami yang telah mendidik dan mengajarkan kami segala bentuk kebaikan dalam hidup ini,” pidatonya dalam sidang.

Ia juga merasa bangga, telah diuji oleh para pimpinan UIN Maliki Malang. Mulai dari Rektor, Wakil Rektor 1, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat (LPPM), Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Kepala Program Studi S3 PAI, dan Ketua El-Zawa.

“Saat sidang terharu, Promotor kami, Prof Umi Sumbulah meneteskan air mata. Alhamdulillah mendapat nilai sangat memuaskan,” imbuh Dosen STAIS-ITSNU Pasuruan itu kepada NU Pasuruan, Jumat (08/07/2022).

Sementara itu, Prof. Umi Sumbulah menyampaikan, Ustadz Muhlis adalah sosok andragogi itu sendiri. Sebab, di usia 27 tahun, bisa mempresentasikan kajiannya di depan dewan penguji dengan tenang dan bisa menjawab semua pertanyaan maupun konfirmasi dewan penguji dengan baik dan santun. Sedangkan ketua sidang promosi doktor Prof Zainuddin menyatakan, kajian promovendus memberikan kontribusi pada keilmuan islam.

“Kajian ini bisa dikembangkan menjadi model khas kisah-kisah al-Qur’an dengan munasabah ayat dengan ayat yang ditarik menjadi satu model pembelajaran andragogi perspektif kisah-kisah dalam al-Qur’an,” imbuh Rektor UIN Maliki Malang itu.

Untuk judul lengkap disertasi Ustadz Muhlis ‘Implementasi Pembelajaran Adragogi di Pesantren Perspektif Kisah-Kisah dalam Al-Quran (Studi Kasus Pondok Pesantren Bayt Al Hikmah dan Pondok Pesantren Ngalah Pasuruan)’.

Leave a Reply

Your email address will not be published.